Dunia

Pasien Doyan Makan Paku, Dokter Terkesima

Seorang buruh konstruksi di Peru mengaku makan berbagai benda logam selama berbulan-bulan

Kamis, 12 November 2009, 15:09 WIB
Renne R.A Kawilarang, Anda Nurlaila
Gambar sinar ronsen yang menunjukkan kepala berisi banyak paku (Fox News)

VIVAnews - Operasi yang dilakukan tim dokter di suatu rumah Sakit di kota kecil Cajamarca, Peru, kali ini memang tidak biasa. Mereka membedah perut seorang pasien dan menemukan berbagai macam benda, diantaranya koin, logam dan paku.
 
"Mereka menyebutku toko perkakas," kata Requelme Abanto, pasien yang sedang dalam perawatan setelah operasi, Rabu 11 November 2009. Berat keseluruhan benda-benda itu 1,5 pon (sekitar 680 gram).

Anehnya, para dokter bedah tidak bisa mendeteksi isi perut Abanto saat pemeriksaan sebelum operasi akhir pekan lalu. Awalnya, dokter mengira Abanto mengidap penyakit usus buntu.

"Pasien datang dengan keluhan sakit perut parah dan kami terkejut saat melihat isi perutnya," kata Carlos Delgado, ahli bedah yang mengoperasi Abanto.

Delgado mengaku baru pertama kali melihat perut yang berisi begitu banyak besi. "Saya tak pernah menghadapi kasus seperti ini," kata  Delgado.

"Saya telah mengoperasi banyak pasien, tapi begitu banyak benda di dalam perut pasien ini. Benar-benar bukan peristiwa biasa,". Saat ini kondisi Abanto telah stabil dan dalam pemeriksaan kesehatan jiwa.

Abanto, seorang pekerja konstruksi berusia 26 tahun itu mengaku telah memakan berbagai benda dari logam selama berbulan-bulan. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi, Abanto mengatakan apa yang ia lakukan hanyalah sejenis olahraga.

"Saya menelan 17 paku, masing-masing sepanjang lima inchi [12,7 cm] Februari lalu dan tidak meninggal, katanya. (AP)

• VIVAnews
Rating
Komentar
faiz
12/11/2009
mmm... msh canggihan indonesia... silet aj bs d makan....
Balas   • Laporkan
abah
12/11/2009
yang luar biasa itu...kalo ada cicak dan buaya dalam perut
Balas   • Laporkan
hendri
12/11/2009
udah biasa, ga aneh tuh... di Banten banyak yg kayak begitu dan lebih heboh...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ