Dunia
Malaysia

Menyita Alkitab Sama Saja Langgar Konstitusi

Penyitaan Alkitab impor dari Indonesia dianggap telah langgar Pasal 11 Konstitusi Federal

Rabu, 4 November 2009, 16:26 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Sampul depan Alkitab dengan Kidung Jemaat (www.alkitab.or.id)

VIVAnews - Asosiasi Masyarakat China Malaysia (MCA) meminta aparat penegak hukum untuk bersikap toleran saat menjalankan tugas mereka, terutama bila menyangkut persoalan agama.

Demikian dikatakan pimpinan organisasi non-pemerintah tersebut, Ti Lian Ker, saat memberikan tanggapan atas penyitaan 15.000 jilid Alkitab dalam bahasa Indonesia selama beberapa bulan terakhir karena menggunakan kata 'Allah' untuk menyebut Tuhan.

"Dengan semangat '1Malaysia' dan untuk meninjau masyarakat multi agama dan multi ras kita, kita harus menerapkan toleransi," kata Ti seperti dikutip dari laman harian The Star, Rabu 4 November 2009. Ti mengatakan, kalau saja kata 'Allah' sudah digunakan sejak Malaysia merdeka, maka tidak akan ada pihak yang bereaksi berlebihan.

"Kita harus menegakkan Konstitusi Federal mengenai kebebasan beragama. Saya minta aparat agar lebih toleran," kata Ti kemarin. Tokoh lain yang juga mengritik penyitaan Alkitab yang diimpor dari Indonesia tersebut adalah anggota parlemen, Ngeh Koo Ham.

Ngeh mengatakan bahwa penyitaan Alkitab impor dari Indonesia telah melanggar Pasal 11 Konstitusi Federal yang melindungi kebebasan beragama.

"Islam adalah agama resmi negara, tetapi umat beragama lain bebas menjalankan kepercayaan yang mereka yakini," kata Ngeh saat ditemui kemarin. Ngeh menuntut pemerintah untuk mengembalikan belasan ribu Kitab Suci umat Kristen yang disita dan juga mencabut larangan penggunaan kata 'Allah' pada penerbitan buku non-Islam.

• VIVAnews
Rating
Komentar
yandri
06/01/2010
Allah adalah nama untuk sang pencipta langit dan bumi, jadi tdk alasan bahwa hanya satu agama tertentu saja yang boleh pake,,di agama yg saya anut sudah mendarat daging penyebutan Tuhan Allah atau Tuhan Yesus Kristus! kacian lu malaysia, cari sensasi yang
Balas   • Laporkan
mak erot
25/12/2009
masalah sebenarnya adalah karena alkitab itu produk bangsa Indonesia, mereka gak mau menyuburkan sektor perdagangan dan industri di Indonesia ... makanya mereka milih menjarah hutan kita ....
Balas   • Laporkan
Edwin Juniawan
24/12/2009
mudah2an bukan atas dasar pemikiran islam. terlalu rendah utk muslim beraksi serupa itu. gunakan sebanyak2nya istilah qur'an oleh siapa saja. rahmatain lil alamain.
Balas   • Laporkan
8linkz
24/12/2009
Konyol banget sih...dari cerita2 agama antara islam dan kristen aja dah banyak kesamaan apalagi untuk Allah..ya jelas2 punya Allah yang sama..koq pake acara larang2an, kalo mw larang coba larang tindak kekerasan terhadap TKI indonesia 'n larang juga untuk
Balas   • Laporkan
wilmar
24/12/2009
Yang pasti kita serahkan semuanya kepada Yesus, agar Dia yang memberikan yang terbaik,
Balas   • Laporkan
lion
24/12/2009
Tuhan Yesus baik kepada semua orang. Semoga pemerintah Malaysia segera menerima kebaikan dari Tuhan Yesus Sang Juru Selamat, amin.
Balas   • Laporkan
argo
24/12/2009
Coba dikirimin buku yang kata "Allah" nya diganti "YHWH" gw jamin lebih ribut lagi
Balas   • Laporkan
setuju
24/12/2009
Memang 'allah' adalah nama pribadi utk Tuhan bagi umat Islam. So, sudah seharusnya Malaysia memberlakukan penyitaan itu guna keamanan beragama di sana. Dan Tuhan umat Nasrani namaNya YHWH, atau yg bisa dipanggil dengan hormat, Yahweh. Kalo saja umat Nasra
Balas   • Laporkan
angel
24/12/2009
jangan berpikiran picik gak akan maju2, jadi selalu berburuk sangka, makanya punya ajaran "KASIH".
Balas   • Laporkan
setuju
24/12/2009
Memang 'allah' adalah nama pribadi utk Tuhan bagi umat Islam. So, sudah seharusnya Malaysia memberlakukan penyitaan itu guna keamanan beragama di sana. Dan Tuhan umat Nasrani namaNya YHWH, atau yg bisa dipanggil dengan hormat, Yahweh. Kalo saja umat Nasra
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ