VIVAnews - Kampanye Nasional Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (PPHKI) Tahap 2 digelar di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Wesley DH Silaen, Manajer HR, GA, & Legal Braga City Walk, meski berbicara bukan sebagai wakil pengelola mal di Bandung, menyebutkan, kampanye tim nasional tahap 2 dengan sasaran pengelola mal ini harus ditingkatkan intensitasnya. Selain tentu saja kepada masyarakat pengguna dan produsen.
“Jika kampanye ke pengelola mal, masyarakat, dan produsen ini lebih intens, saya percaya segala kendala upaya memberantasan perdagangan produk bajakan di Indonesia bisa diatasi,” kata Wesley yang mengaku mengelola 100 tenant di Braga City Walk.
Wesley menyebutkan, Tim Nasional PPHKI harus lebih banyak melakukan kunjungan-kunjungan, sosialisasi seperti dengan media poster, dan mengadakan pertemuan khusus dengan para pengelola mal.
“Dengan demikian, upaya pemberatasan perdagangan produk bajakan tidak dimulai dengan cara sweeping," ucap Wesley.
Seperti disiarkan sebelumnya, kampanye Tim Nasional PPHKI - yang dipimpin oleh Ansori Sinungan, Koordinator Administrasi Tim Nasional PPHKI - tahap 2 lebih menyasar pusat perbelanjaan (mal) dan BUMN.