Dunia
31 Oktober 1984

Pembunuhan Indira Gandhi

Malam sebelum ditembak, PM India itu menyatakan tidak takut mati demi membela negaranya

Sabtu, 31 Oktober 2009, 08:11 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Indira Gandhi dan Ratu Elizabeth II (indianembassy.org)

VIVAnews - Tepat 25 tahun yang lalu, Perdana Menteri (PM) India, Indira Gandhi, tewas dibunuh di New Delhi. Dia ditembak ketika sedang berjalan-jalan di taman. Pelakunya adalah dua orang penjaga rumah Gandhi.

Gandhi yang tertembak segera dilarikan ke Rumah Sakit All India Medical. Laman stasiun televisi BBC melaporkan dia meninggal satu setengah jam setelah operasi untuk mengeluarkan peluru dilakukan.

Motif penembakan tidak dapat dipastikan. Namun kedua pelaku diperkirakan merupakan keturunan Sikh yang berniat membalas dendam atas penyerangan Kuil Emas Sikh di Amritsar oleh tentara India pada Juni 1984.

Setelah serangan yang menewaskan seribu orang itu, Gandhi kerap menerima ancaman pembunuhan. "Saya tidak keberatan jika hidup saya habis untuk melayani negara ini. Jika saya mati hari ini, setiap tetes darah saya akan memperkuat India," kata Gandhi semalam sebelum pembunuhannya.

Setelah penembakan, pengamanan di seluruh India ditingkatkan. Jalan raya menuju kediaman perdana menteri, rumah sakit, dan memasuki Delhi ditutup. Kabinet segera menggelar rapat darurat untuk memilih pengganti Gandhi.

Gandhi pertama kali menjabat sebagai perdana menteri India pada 1966. Dia kembali memimpin India pada 1980 dan dipuji atas upayanya memberantas kelaparan di daerah pedesaan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ